04 July 2014

Elektabilitas Prabowo Vs Elektabilitas Jokowi Mulai Berimbang

Tanggal 9 Juli sebentar lagi, persaingan antara Prabowo dan Jokowi untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia semakin memanas dan sengit, dari berbagai lembaga survei menunjukkan elektabilitas calon presiden Joko Widodo terus mengalami.penurunan, indikasinya di bulan juni hingga awal juli ini elektabilitas Jokowi berada di bawah 50 Persen, padahal sebelum bulan Juni elektabilitas Jokowi selalu berada diatas 50 persen. Bahkan Burhanudin Muhtadi dari Indikator Politik Indonesia yang cenderung mendukung Jokowi menyatakan suara Jokowi di Propinsi Jawa Barat mengalami penurunan yang cukup signifikan, sehingga menyarankan agar timses Jokowi bekerja lebih keras lagi Hasil riset dari lembaga lembaga survei di Indonesia beberapa tahun terakhir ini memang cenderung tidak objektif, banyak lembaga survei yang membuat survei untuk menguntungkan capres yang didukungnya, baik untuk kubu capres Jokowi ataupun kubu capres Prabowo. Namun secara objektif elektabilitas Jokowi memang tengah menurun dam hanya terpaut sedikit saja dari elektabilitas Prabowo. Bahkan ada lembaga survei yang menyatakan elektabilitas Prabowo telah menyalip elektabilitas Jokowi. Yap itu kan prediksi dari berbagai lembaga survei, untuk mengetahui jawaban yang sesungguhnya kita lihat saja nanti siapa yang akan menang dalam pilpres 9 Juli 2014 nanti, yang terpenting adalah apapun hasilnya kedua kubu harus siap menerimanya demi menjaga keamanan negeri kita, Indonesia.

03 December 2013

Perseteruan Farhat Abbas vs Keluarga Ahmad Dhani adalah.Perang Arogansi

Akhir -akhir ini pemberitaan di media massa dihiasi oleh perseteruan antara Farhat.Abbas dan keluarga Ahmad Dhani, perseteruan dimulai dari kicauan twitter Farhat Abbas yang dianggap selalu menyerang dan menyudutkan Ahmad Dhani yang membuat tersinggung anak-anak Dhani sehingga melontarkan tantangan untuk beradu jotos di ring tinju dalam acara hitam putih Trans 7 yang dipandu Deddy Coubuzer. Perseteruan makin memanas saat Farhat menerima tantangan tinju anak-anak Dhani Al dan El walaupun akhirnya ga jadi karena tidak diizinkan oleh Pertina. Tidak jadi duel tidak membuat perseteruan berhenti, giliran Ahmad Dhani menyentil Farhat Abbas yang tidak mau mengakui anak dari perkawinan dengan isteri pertamanya, makin tajam saja.

Masyarakat harus jeli, apa yang dipertontonkan dua kubu yang katanya publik figur itu adalah hal yang tidak baik, dan jangan sampai ditiru. Masyarakatpun perlu tahu jejak Farhat atau Dhani yang penuh arogansi dalam penampilan-penampilannya di depan publik. Saat dua kubu yang sama-sama arogan bertemu, maka yang terjadi adalah apa yang kita dengar dan saksikan sekarang ini, perang arogansi !

25 October 2013

Media Televisi Sebagai Corong Politik

Jaman orde baru Televisi Republik Indonesia atau TVRI sempat mendapat julukan sebagai ''Corong Pemerintah'' dari para pengkritiknya, karena dianggap hanya memberita hal-hal yang baik saja tentang kebijakan-kebijakan Pemerintah, maka tak ayal berbagai tuntutan agar TVRI menjadi lembaga penyiaran yang lebih independen pun bermunculan.

Di jaman sekarang ini benih-benih lembaga penyiaran untuk menjadi corong politik suatu golongan sudah terlihat. Para pemilik media masuk dunia politik praktis dan begitu sebaliknya politikus memiliki Media. Yang paling disorot tentu saja adalah Lembaga Penyiaran Televisi, karena televisi adalah media yang paling dekat dan digemari oleh masyarakat.

Berikut ini adalah beberapa contoh media TV yang berperan sebagai corong politik suatu golongan, partai politik atau tokoh tertentu:

-> TV one dan ANTV (Viva Grup)

Dua Stasiun TV ini adalah corong politik dari Partai Golkar dan ketua partainya Aburizal Bakrie yang akan maju sebagai Capres pada pemilu 2014 nanti.

-> Metro TV

Stasiun televisi ini berperan sebagai corong politik untuk Partai NaSDem dan ketua umumnya Surya Paloh..

-> RCTI, MNCTV dan Global TV (MNC Grup)

Ketiga stasiun televisi ini adalah corong politik untuk Harry Tanoewijaya sang bos MNC grup yang maju sebagai Cawapres mendampingi Capres Wiranto yang diusung oleh Partai Hanura.

Itu hanya sebagian contoh saja, karena kemungkinan besar televisi lain seperti SCTV dan Indosiar atau Trans 7 dan Trans TV juga akan dimanfaatkan sebagai corong politik. Jadi tak jauh berbeda seperti pada jaman orde baru, bedanya pada jaman orde baru stasiun TVnya hanya satu, kalo sekarang kan banyak. Maka tak heran jika pada pemilu 2014 nanti akan terjadi pula perang media yang akan membela mati-matian tokoh dan golongan yang memilikinya.
Kesimpulannya, sekarang ini sulit melihat media yang independen, baik itu media TV, Online, cetak dan lain sebagainya.

14 August 2013

Hasil Quick Count/Hitung Cepat Pilkada Padang Lawas Utara

Pada tanggal 14 Agustus 2013 ini, warga Kabupaten Paluta akan memberikan suaranya guna menentukan siapa yang nantinya akan menjadi pemimpin mereka sebagaì Bupati dan Wakil Bupati Padang Lawas Utara yang terbingkai dalam sebuah gelaran Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada yang akan berlangsung pada harì Rabu tanggal 14 Agustus 2013 ini.
Ada lima pasangan calon yang akan bertarung dalam Pilbup Paluta tersebut, kelima pasangan tersebut adalah Ali Muda Rambe - Muhammad Awal Hasibuan dari jalur perseorangan, Raja Aman Hasibuan - Darwinsyah yang diusung oleh 11 Partaì yaitu PKPI, PBR, PMB, PIS, PKPB, PDK, PKNU,PKBIB, PPDI, PPI, PPIB dan Partai Merdeka.. Kemudian Bahrum Harahap - Riskon Hasibuan yang diusung oleh Partai Golkar, PAN, PPRN, PKS, Partai Patriot, Partai Pelopor dan Partai Hanura. Sutan Siregar - Zulkifli Rambe yang diusung PDIP dan PPP, Syahrul Harahap - Sunggul Lelo Siregar yang diusung Partai Demokrat, PKB, Partai Barnas, PPNUI dan PNI Marhaen.,

Setelah melalui beberapa tahapan pemìlu, kelima pasangan calon ini telah mendapat nomor urut, berikut ini daftar no urut calon Bupati dan wakil Bupati Paluta,

Pasangan dengan nomor urut 1 yaitu H Raja Aman SE - Darwinsyah SE.

Pasangan dengan nomor urut 2 yaitu Syahrul Harahap - Sunggul Lelo Siregar.

Pasangan dengan nomor urut 3 yaitu Sutan Siregar - Zulkifli Rambe.

Pasangan dengan nomor urut 4 yaitu Drs H Bachrum Harahap - H Riskon Hasibuan.

Pasangan dengan nomor urut 5 Ali Muda Rambe SH - muhammad Awal Hasibuan.

Hasil Quick Count atau Hitung Cepat

Di setiap pemilihan daerah atau pilkada hampir selalu ada lembaga survei yang melakukan quick count atau hitung cepat, memaog metode ini menjadi primadona dalam setiap pilkada dan diharapkan oleh masyarakat. Hal itu bisa dimengerti karena selain hasil Pilkada bisa diketahui lebih cepat, juga hampir selalu tidak jauh berbeda dengan perhitungan manual yang dilakukan oleh KPU. Namun yang perlu diingat oleh masyarakat, hasil quick count yang bersifat prediksi bukanlah hasil resmi, karena hasil sesungguhnya tetap harus menunggu penghitungan akhir yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum.

Info pilkada di http://aneka-hasil.blogspot.com

Translate To :

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified